Surrounding

eco-activites

Di sekitar Pulau Peucang ini pun kita dapat menuju lokasi wisata menarik lainnya yang masih terletak di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon seperti :

Padang Penggembalaan Cidaon

Dari pulau Peucang, kita akan diseberangkan dengan perahu cepat ke Cidaon selanjutnya berjalan kaki ± 250 meter. Di lokasi ini kita dapat menikmati sekumpulan Banteng yang sedang merumput, burung Merak dan kadang-kadang ayam hutan, di padang penggembalaan. Pada cuaca cerah, Banteng pada umumnya dapat dilihat di pagi hari sekitar pukul 06.00-07.30 dan pada sore hari ± pukul 16.30 WIB.

Di lokasi ini, kita tidak boleh terlalu dekat dengan Banteng karena dapat menyebabkan satwa ini terganggu aktivitas makannya. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dan melakukan pengamatan satwa ini dari menara pengintai menggunakan teropong/binokuler. Bila sore hari, sambil jalan pulang ke Pulau Peucang, pengunjung dapat menikmati sunset di tepi pantai.

Padang Penggembalaan Cibunar

Padang penggembalaan Cibunar terletak dipinggir pantai Laut Selatan, dilokasi ini pula akan ditemui sejumlah satwa liar seperti banteng, merak, rusa, dan lainnya yang sedang merumput. Menuju kesana perjalanan dimulai dari padang penggembalaan Cidaon kea rah selatan menembus hutan hujan dataran rendah yang masih alami . Di sepanjang trail kita dapat menemui berbagai macam burung dan vegetasi pakan Badak. Trekking ini merupakan perjalanan dari pantai utara menembus pantai selatan dengan perbedaan karakteristik yang menarik.

Gua Sanghyangsirah

Gua Sanghyangsirah terletak di bagian barat Semenanjung Ujung Kulon. Setiap tahunnya terutama bulan Maulid dan Muharram tahun Hiijriyah, gua ini banyak dikunjungi para peziarah.  Keberadaan Gua ini sangat erat dengan mitos dan legenda perjalanan hidup Kian Santang yang hidup pada masa Prabu Siliwangi di Kerajaan Padjajaran.

Pantai Selatan

Kawasan ini membentang sepanjang pantai selatan semenanjung Ujung Kulon, mulai dari Cegog sampai Cibunar. Kawasan ini sangat tepat bagi pengunjung yang menyukai trekking, karena disamping areal perjalanan yang panjang ± 8 jam perjalanan, juga terdapat berbagai tantangan yang variatif.

Sepanjang perjalanan trekking pengunjung juga dapat menikmati panorama alam pantai selatan yang fantastik dan di penghujung perjalanan, pengunjung dapat bermalam di Cegog, sebuah perkampungan di perbatasan kawasan pantai selatan. Di kampung ini, pengunjung dapat menikmati makanan dan seni budaya khas kampung tersebut sebelum pulang.

Kepulauan Handeuleum

Kepulauan Handeuleum terdiri atas beberapa pulaun diantaranya adalah Pulau Handeuleum besar, Handeuleum tengah dan Handeuleum kecil. Kekayaan jenis yang ada di ketiga pulau ini sangat beragam. Selain jenis-jenis mangrove, di ekosistem ini terdapat banyak burung, reptil, jenis-jenis biota air payau seperti udang dan kepiting bakau.

Selain itu di kepulauan ini terdapat pula sungai-sungai seperti Sungai Cigenter yang dapat disusuri dengan berkano (Canoeing). Pada akhir perjalanan menyusuri sungai Cigenter ini , kita dapat menikmati pemandangan air terjun bertingkat yang indah.

Canoeing menyusuri sungai-sungai di pulau-pulau Handeuleum akan sangat menyenangkan. Pengunjung dapat bermalam di pulau Handeuleum, kemudian pada pagi hari berkano menyusuri sungai-sungai yang mengalir diantara pulau-pulau sangat kecil di Handeuleum. Selama berkano, pengunjung dapat mengamati hidupan liar pada hutan pantai dan hutan mangrove di kiri-kanan sungai seperti burung, ikan terbang, kepiting bakau dan mampir di pulau Kalong.

Pulau Panaitan

Pulau Panaitan terletak di sebelah barat laut Pulau Peucang. Pulau seluas 17.500 Ha ini memiliki beberapa spot diving (menyelam) seperti Legon Lentah dan Legon Kadam di Pantai Utara serta Legon Samadang dan Karang Jajar di Pantai Selatan  pulau ini. Selain itu terdapat pula lokasi yang sangat cocok untuk kegiatan surfing (selancar) antara lain di bagian dalam teluk Kasuaris. Di lokasi ini terdapat satu titik yang cukup dikenal oleh para penggiat surfing dengan julukan ”One Palm Point”. ”One Palm Point’ ini menjadi favorit para surfer karena pola ombaknya yang bagus dan cukup besar.

Sumber Air Panas Cibiuk

Sumber air panas Cibiuk terletak 2 km dari Tamanjaya. Lokasi ini sering dikunjungi para pengunjung untuk mandi karena dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit.

Habitat Owa Jawa Curug Cikacang

Curug Cikacang merupakan salah satu habitat owa jawa. Daerah ini dikelilingi oleh hutan primer dan hutan sekunder sehingga sering dijadikan sebagai tempat penelitian, pendidikan lingkungan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Beberapa kegiatan penelitian yang sering dilakukan adalah pengamatan primata, pengamatan burung, dan penelitian berbagai macam tanaman obat.

SONY DSC surrounding02 surrounding03 facilities03 facilities07